Ramadhan dan Corona
Beberapa hari yang lalu, temen gw @rezarowi men tag gw sebuah tulisan dan menyuruh gw untuk mencoba untuk menulis, “Pak, nulis kuy" – serunya, gw menjawab “aduh pak, sekarang diotak gw lagi cuan doang”, dia pun menjawab “ ya gak apa apa, dari keresahan itu lebih baik”, gw pun menutup percakapan dengan balasan “oke pak, nanti dah”, memang disaat itu diotak gw hanya cuan, gimana gak khawatir. Baca berita, cek sosmed isinya tentang PHK, dirumahkan, dan hiring dicancel, panik? khawatir? Tapi semua itu coba ditutup dengan apdetan IG yg penuh kebahagiaan, kebanyolan dan keindahan estetika ala sosmed. Gw gak bisa bayangin gimana bulan ramadhan harus kita lewati dengan berbagai larangan/himbauan diatas. Kebiasaan kebiasaan yang biasa kita lakukan di bulan ramadhan ditiadakan. Contoh tarawih, Kita terancam tidak akan mendengar suara bocah teriak teriak memanggil temannya untuk buru buru ke mesjid, dimesjid bukan solat malah bercanda sambil bawa cilok dengan baju basah kuyup karena kerin...