Mencoba Sajak
Cinta dan Waktu
Rasa ini sungguh menyiksaku
Membuatku bingung tak menentu
Pertemuan yang terjadi pun
Hanya membuat diriku diam membisu
Aku takut
Padahal aku tahu,Tuhan turut andil dalam hal ini
Setelah kuutarakan dan tahu jawabannya
Akhirnya aku tersenyum,dengan hati yang tersedu
Kau sempat berceloteh
"Kau ingin aku bahagia seperti layaknya dirimu"
Kau memikirkan kebahagiaanku??
Tak usah kau perdulikan itu
Karena kebahagiaan ku,adalah sesuatu yang membuat mu menggeretu
Akhirnya aku tergolek membayangkan dirimu dengan pria pilihanmu
Ku pikir ku harus ikhlas
Tapi bagaimana dengan
Rasa yang telah lama bergejolak ini?
Aku harus kubur?
Atau membiarkan diriku mati ditikam perasaan sendu?
Hanya satu jawabku
Tanyakan pada waktu
deu ilah
BalasHapus